Rabu, 09 Desember 2015

PENGGUNAAN KOMPUTER DI PASAR INTERNASIONAL

Pada awalnya komputer ditujukan untuk menyelsaikan permasalahan lokal, tapi sekarang situasinya jauh berbeda. Komputer digunakan untuk mengelola sumber daya yang luas dari perusahaan-perusahaan yang memandang seluruh dunia sebagai pasar mereka.

1. PERUSAHAAN MULTINASIONAL
Adalah perusahaan yang beroprasi melintasi berbagai produk, pasar dan budaya. Aktivitas setiap perusahaan dipengaruhi oleh kondisi internal dan eksternal. Istilah warisan administratif digunakan untuk menggambarkan kondisi internal. Sedang kondisi eksternal adalah hal-hal yang berada di lingkungan perusahaan. Bagi MNC, lingkungan tersebut bersifat global.
4 klasifikasi MNC menurut Egelhoff:
  • Divisi Fungsional Sedunia, dalam struktur ini. Anak-anak perusahaan diorganisasikan menurut jalur fungsional-manufaktur, pemasaran dan keuangan. Area-area fungsional di anak perusahaan ini melapor langsung pada pasangan fungsional mereka di perusahaan induk.
  • Divisi internasional, dalam struktur ini. Semua anak perusahaan di luar negeri melapor pada suatu divisi internasional MNC yang terpisah dari divisi domestik.
  • Wilayah geografis, dalam struktur ini.  Dalam struktur ini. MNC membagi operasinya menjadi wilayah-wilayah dan tiap wilayah bertanggung jawab atas anak-anak perusahaan yang berlokasi dalam batasnya. Struktur organisasi ini memudahkan arus informasi antara manajemen anak perusahaan dan majemen kantor usat regional.
  • Divisi Produk Sedunia, dalam struktur ini. Perusahaan diorganisasikan menurut jalur divisi produk, dan tiap divisi bertanggung awab atas operasi mereka sendiri di seluruh dunia.

Dimensi Struktural Pengolahan Informasi
Pengolahan  informasi suatu MNC dapat dipandang sebagai berada pada dua poros. Pada satu poros, pengolahan informasi cenderung mendukung aktivitas taktis atau strategis. Di poros lain, pemrosesan informasi cenderung menghubungkan masalah perusahaan atau negara dengan masalah produk.
Pemrosesan Informasi Taktis versus Strategis, pemrosesan informasi yang menangani transaksi harian dalam volume besar disebut  pemrosesan informasi taktis. Pemrosesan ini biasanya dilakukan oleh sistem informasi akuntansi. Pemrosesan iformasi strategis melibatkan penyaringan dan pengikhtisaran data akuntansi untuk menonjolkan masalah-masalah tingkat tertinggi. 
Informasi Perusahaan dan Negara versus Informasi Produk informasi yang dihasilkan MNC dapat dipisahkan dalam dua golongan besar – yang satu menggambarkan produk-produk perusahaan, dan yang lain menggambarkan perusahaan dan negara tempat beroprasinya perusahaan.

2. PERLUNYA KOORDINASI DALAM SUATU MNC
Koordinasi merupakan kunci mencapai keunggulan kompetitif dalam pasar global.
Keuntungan Koordinasi:
  • Fleksibilitas dalam memberi respon terhadap pesaing di berbagai negara dan pasar.
  • Kemampuan memberikan respon di suatu negara, atau wilayah dari suatu negara, terhadap perubahan di negara atau wilayah lain.
  • Kemampuan mengikuti kebutuhan pasar di seluruh dunia.
  • Kemampuan mentransfer pengetahuan antar unit-unit di berbagai negara.
  • Pengeuranagn keseluruhan biaya operasi.
  • Peningkatan efisiensi dan efektivitas dalam memenuhi kebutuhan pelanggan.
  • Kemampuan mencapai dan mempertahankan keragama produk perusahaan serta cara produksi dan distribusinya.

(semua keuntungan ini disebabkan karena pengurangan biaya dan waktu komunikasi yang dimungkinkan oleh peraikan dalam teknologi informasi).

3. SISTEM INFORMASI GLOBAL
Strategi Multinasional
Strategi ini mungkin merupakan yang paling tua karena telah diikuti oleh perusahaan-perusahaan yang berbasis di Eropa sejak sebelum Perang Dunia II. Ini merupakan strategi “lepas tangan” yaitu perusahaan induk membiarkan para anak perusahaannya mengembangkan produk dan praktek mereka sendiri.

Strategi Global
Strategi global mengumpulkan pengendalian di perusahaan induk. Menjual produk yang standar, produk di produksi secara sentral dan di kirimkan ke anak-anak perusahaan.

Strategi Internasional
Strategi ini memerlukan tim manajemen di perusahaan induk yang memiliki pengetahuan dan keterampilan menembus pasar global. Keahlian ini disediakan bagi anak perusahaan. Anak perusahaan menggunakan keahlian ini untuk mengadaptasi produk, proses dan strategi perusahaan bagi pasar mereka sendiri.

Strategi Transnasional
Perusahaan induk dan semua anak perusahaan bekerja sama memformulasikan strategi dan kebijakan operasi, dan mengkoordinasikan logistik agar produk mencapai pasar yang tepat.

4. GLOBAL BUSINESS DRIVERS
Adalah suatu entitas yang mengambil manffat dari economies of scale dan economies of scope, serta kemudian memeberikan kontribusi pada strategi bisnis global. Di bawah ini adalah tujuh driver yang diidentifikasi melalui survei atas 105 MNC yang berkantor pusat di Amerika Serikat.
  • Sumber Daya Bersama beberapa anak perusahaan MNC membagi sumber daya yang sama untuk mengurangi biaya.
  • Operasi Yang Fleksibel produksi dapat dipindahkan dari satu pabrik ke pabrik lain sebagai respon atas perubahan kondisi.
  • Rasionalisasi Operasi berbagai komponen dan sub rakitan dibuat di seluruh dunia dan kemudian dirakit untuk menghasilkan produk jadi.
  • Pengurangan Resiko MNC membatasi resiko yang inheren dalam beroprasi di satu negara dengan beroprasi di beberapa negara.
  • Produk Global perusahaan memasarkan produk yang sama di seluruh dunia, atau anak perusahaan di seluruh dunia merakit produk dari sub-rakitan yang sama.
  • Pasokan yang Langka sejumlah sumber daya begitu langka atau mahal sehingga tidak mungkin tersedia di tiap lokasi. Sebaliknya, sumberdaya tersebut disimpan terpusat dan tersedia saat diperlukan.
  • Pelanggan Tinggakt Perusahaan perusahaan memiliki pelanggan yang berada di seluruh dunia.

5. MASALAH DALAM MENERAPKAN SISTEM INFORMASI 
GLOBAL KENDALA POLITIS
Pemerintah negara tempat ana perusahaan dapat memaksakan beragam pembatasan yang menyulitkan perusahaan induk untuk menyertakan anak perusahaan dalam jaringan.
 Pembatasan Pembelian dan Impor Perangkat Keras
Pemerintah nasional berusaha melindungi perusahaan manufaktur lokal dan mendorong investasi asing dalam manufaktur lokal dengan menentukan hanya peralatan yang diproduksi atau dirakit di dalam negeri yang boleh digunakan.
 Pembatasan Pemrosesan Data
Kebijakan nasional mungkin mengharuskan data diproses di dalam negeri daripada dikirimkan ke luar negeri dan di proses di tempat lain. Jika persyaratan ini ada, perusahaan tidak memiliki pilihan selain menerapkan strategi distribusi pemrosesan di negara tersebut.
 Pembatasan Komunikasi Data
Karena jaringan komunikasi data berfungsi sebagai sistem saraf GIC, pembatasan atas jaringan tersebut menjadi sangat mengikat. 
Pembatasan komunikasi data yang paling umum adalah pembatasan atas data lintas-batas. Arus data lintas-batas, atau TDF (transborder data flow). TDF dikelompokkan menjadi 4, yaitu:
1. Data operasional, seperti data transaksi dalam sistem informasi akuntansi
2. Data pribadi, yaitu data mengenai individu tertentu
3. Transfer dana elektronik dari satu negara ke negara lain.
4. Data teknik dan ilmiah.

PERMASALAHAN TEKNOLOGI
Di sejumlah negara, tidak tersedianya cukup catu daya yang menyebabkan seringnya pemadaman listrik. MNC terpaksa memasang generator listrik mereka sendiri, bukan hanya sebagai cadangan tetapi sebagai sumber utama.

KURANGNYA DUKUNGAN DARI MANAJER ANAK PERUSAHAAN
Sebagian yakin bahwa mereka dapat menjalankan anak perusahaan tersebut tanpa bantuan, dan menganggap standar baru sebagai hal yang tidak perlu.

6. STRATEGI PENERAPAN GIS
STRATEGI TRANSNASIONAL BAGI PENERAPAN GIS
Karena strategi ini paling rumit, menyatukan seluruh MNC menjadi suatu sistemyang bekerja lancar strategi penerapannya dapat menjadi model untuk menghindari kegagalan-kegagalan potensial.
Menghubungkan GIS dengan Strategi Bisnis
  • Bekerja sama secara erat dengan eksekutif perusahaan untuk memahami dapak potensial GIS pada strategi bisnis global.
  • Mengerti strategi bisnis global dari tiap unti bisnis.
  • Menentukan strategi GIS global yang sesuai untuk strategi bisnis global tiap unit bisnis.
  • Menentukan tujuan dari tiap strategi GIS
  • Mengidentifikasi aplikasi yang diperlukan untuk  mencapai strategi GIS, dan menentukan prioritasnya.
  • Menugaskan orang-orang yang bertanggung jawab atas penerapan aplikasi tersebut.

MENENTUKAN SUMBER DAYA INFORMASI
GIS akan menggunakan semua jenis sumber daya informasi perangkat keras, perangkat lunak, personil, data dan informasi, serta fasilitas. Tugas tim pengembangan:
  • Menentukan jumlah dan lokasi pusat data regional
  • Mengidentifikasi penjual yang dapat menyediakan produk dan jasa bagi tiap anak perusahaan.
  • Membuat spesifikasi standar perangkat keras dan perangkat lunak yang dapat digunakan semua anak perusahaan.
  • Membuat rencana bagi satu atau beberapa unit penolong yang membantu anak perusahaan 24 jam sehari.
  • Siap menghadapi keterlambatan penerapan yang tidak dialami di negara perusahaan induk.

MENYEDIAKAN PEMBAGIAN DATA
Kunci untuk mencapai standarisasi dalam operasi lebih ditentukan oleh data daripada proses. Perencanaan GIS harus berfokus pada seluruh perusahaan, dengan produk akhir berupa model data perusahaan.
Pembuatan sistem pemakaian data bersama mencakup beberapa tugas, Tim pengembangan harus:
  • Mengembangkan suatu model data global yang mendukung tujuan bisnis global.
  • Membentuk satu kelompok yang terdiri dari para wakil perusahaan induk dan anak perusahaan untuk menetapkan standar data yang akan diterapkan di seluruh MNC
  • Meneliti peraturan berbagai negara untuk mengetahui berbagai pembatasan atas pengolahan data dan telekomunikasi.
  • Berdasarkan penelitian tersebut, menentukan apakah data akan dikirimkan melintasi batas negara atau memprosesnya di negara tempat anak perusahaan.
  • Menerapkan database.

MEMPERHATIKAN LINGKUNGAN BUDAYA
Selama proses pengembangan, tim pengembang harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
  • Menyadari perbedaan budaya yang ada di antara negara-negara tempat anak perusahaan dan merumuskan pemecahan yang dapat diterima oleh semua pihak.
  • Membuat survei atas keahlian para spesialis informasi yang ada di anak perusahaan agar keahlian tersebut dapat dipergunakan secara maksimal selama penerapan.
  • Menyediakan pendidikan dan pelatihan bagi anak perusahaan sehingga personil mereka mendapatkan keahlian di area yang kurang mereka kuasai dan meningkatkan keahlian di area yang telah mereka kuasai.
  • Membuat prgram-program formal yang mempersiapkan para manajer perusahaan induk untuk bekerja sama dengan para manajer anak perusahaan, dan sebaliknya. Program tersebut harus memperhatikan masalah perbedaan dan cara mengatasinya.

Oleh: Galidan Mega Abidin (Tugas Mata Kuliah SIM)
Pendapat sobat:

Irva Herviana Sautaqi

Author & Editor

Lahir di Jawa Barat, tahun 1977. Saat ini, aktivitas sehari-hari bergelut di bidang jasa komputer dan Multipayment (Leader Paytren). Saat ini tinggal di Telukjambe Timur - Karawang - Jawa Barat - Indonesia.

 
biz.