Minggu, 27 September 2015

Memaknai Idul Adha 1436 H/2015 M bersama "Sabilulungan"

Sahabat Akang...
Alhamdulillah Allah SWT masih memberi kesempatan kepada kita untuk bertemu lagi dengan momentum Idul Adha. Pada tahun ini qurbannya di Soreang-Bandung, dan cukup berbahagia karena diberi kesempatan untuk bisa berkumpul dengan keluarga, kerabat, sanak saudara, dan orang-orang tercinta lainnya, serta bisa saling berbagi antar sesama, dan hal positif lainnya yang dapat kita petik dalam momentum itu.

Shalat Ied kali ini berlokasi di plaza Pemkab Bandung, dihadiri oleh Bupati Bandung (H. Dadang M. Nasser).
Dalam sambutannya, bahwa Idul Fitri dimaknai sebagai momentum pembebasan dari kelaparan, dan Idul Adha sebagai momentum peningkatan kualitas gizi ummat.
Konsep "Sabilulungan" yang menjadi jargon Pemkab Bandung menurutnya merupakan implementasi dari perintah Allah untuk tetap menjaga tali persaudaraan, persatuan dan kesatuan ummat, saling berbagi sebagaimana yang menjadi pesan tersirat dalam makna Idul Adha.

Memaknai Idul Adha. Sesungguhnya apa sih Idul Adha itu?
Seperti kita ketahui bersama, bahwa Idul Adha merupakan salah satu hari raya umat muslim dimana mereka yang sudah berkecukupan dianjurkan untuk berkurban. Hewan yang dikurbankan ini ditujukan kepada orang-orang yang membutuhkan seperti fakir, miskin, dan yatim piatu.
Tuntunan berkurban ini bermula dari ajaran Nabi Ibrahim yang gemar menyumbangkan banyak hewan ternaknya untuk dikurbankan. Nabi Ibrahim biasanya menyumbangkan seribu ekor binatang, tiga ratus ekor sapi, dan seratus ekor unta.

Pada saat Nabi Ibrahim berkurban, masyarakat disekitarnya merasa kagum dan berkata: 'Wah Ibrahim hebat!'. Lalu, Nabi Ibrahim pun menjawab dengan mengatakan 'Hewan ternak ini biasa saja, seandainya aku dikaruniai putra, ia akan aku kurbankan.
Atas kehendak Allah SWT maka Nabi Ibrahim dikaruniai seorang putra yang bernama Ismail. Nabi Ibrahim pun sangat senang sehingga ia jadi lalai akan janji yang pernah diucapkannya. Allah SWT pun menegurnya melalui mimpi berulang kali. Nabi Ibrahim pun menyampaikan mimpi tersebut kepada Ismail. Jiwa ketaatan Ismail pun diuji kepada Allah SWT pun diuji. Ia akhirnya bersedia untuk disembelih bapak kandungnya sendiri. Allah pun tak akan membiarkan umatnya yang taat kepada agama mati begitu saja. Pada saat Nabi Ibrahim menghunus leher Ismail, Allah SWT menggantinya dengan kambing gibas. Gibas tersebut disembelih dan Ismail selamat dari proses penyembelihan tersebut.
Hari Raya Idul Adha ini disebut juga dengan lebaran haji. Sebab, pada bulan inilah umat muslim yang sudah mampu juga bisa menunaikan ibadah haji ke tanah suci Mekkah. Oleh karena itu, bulan dzulhijah ini tergolong bulan istimewa bagi umat muslim di seluruh dunia.
Terdapat beberapa makna dan hikmah dari orang yang berkurban, diantaranya:
Menjaga Fitrah Tetap Suci
Salah satu hikmah berkurban yaitu mampu menjaga fitrah tetap suci. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT. 'Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketaqwaan' QS. Asy Syam (91):8.

Hal ini dapat berarti bahwa seseorang tidak akan pernah sampai kepada ketaqwaan dan tidak akan memeroleh keimanan yang sejati apabila kecintaannya kepada dunia mengalahkan kecintaannya kepada Allah SWT. dan Rasulnya.

Menguji Tingkat Ketaqwaan
Allah SWT berfiman: '……..adapun orang yang beriman, maka ia akan sangat cinta kepada Allah…'QS Albaqarah (2):165. Pada dasarnya, berkurban merupakan salah satu cara umat muslim mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Memotivasi Diri untuk Memiliki Harta dengan Bekerja Keras
Sesuai hadist Nabi Muhammad SAW. bahwa Rosul sangat mengecam umatnya yang telah berkecukupan tetapi tidak mau memberikan hewan kurban.

Hal ini sesuai dengan sabdannya :  'Siapa yang mendapati dirinya dalam keadaan lapang, lalu dia tidak berkurban, maka janganlah ia mendekati tempat sholat kami.' (HR. Ahmad dan Ibn Majah).

Berjiwa Sosial untuk Berbagi dengan Sesama
Berkurban mengajarkan kepada umat muslim untuk meningkatkan rasa kemanusiaan kepada sesama manusia. Berkurban juga melatihkan agar peduli dengan kondisi sesama yang membutuhkan uluran tangan kasih sayang.

Itulah sekelumit makna dan hikmah Idul Adha. 
Semoga kita bisa memetik buah kebaikan Idul Adha kali ini.
Pendapat sobat:

Irva Herviana Sautaqi

Author & Editor

Lahir di Jawa Barat, tahun 1977. Saat ini, aktivitas sehari-hari bergelut di bidang jasa komputer dan Multipayment (Leader Paytren). Saat ini tinggal di Telukjambe Timur - Karawang - Jawa Barat - Indonesia.

 
biz.