Rabu, 18 Juni 2014

Menjadi Ahli Dzikir, Ahli Syukur, dan Ahli Ibadah

oleh : KH Abdullah Gymanstiar

Barang siapa yang merindukan menjadi seorang ahli dzikir, kita tahu bahwa dzikir itu adalah amalan yang tiada bandingannya. Ahli dzikir adalah orang yang paling sering diingat oleh Allah SWT. “Maka ingatlah kepada-Ku, niscaya Aku akan ingat kepadamu, bersyukurlah kepada- Ku, dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku“. ( QS Al Baqarah : 152)

Barang siapa yang ingin menjadi ahli syukur, kita tahu bahwa syukur ini adalah pembuka nikmat, jauh lebih hebat bersyukur daripada rasa ingin. Syukur akan mendatangkan jaminan Allah SWT ditambah nikmatnya, sedangkan rasa ingin tidak menjadi jaminan.

"Dan (ingatlah) tatkala Tuhanmu memaklumkan, 'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku sangat pedih'." (QS 14: 7).

Bagi kita yang ingin menjadi ahli ibadah, Allah SWT menyuruh kita beribadah bukan karena Allah SWT memerlukan ibadah kita, tetapi justru ditujukan untuk manusia itu sendiri. Agar manusia sukses di dunia dan akhirat. Jadi, ibadah yang benar tidak hanya berhubungan dengan Allah SWT saja, namun juga sebagai sarana berprestasi di dunia. Dan, contoh terbaik, ahli ibadah yang paling khusyu adalah Rasulullah saw. Beliau sungguh sangat khusyu dalam shalat, tapi tidak ada yang meragukan prestasi duniawinya. Allah SWT telah menyebutkan dalam al-Quran surat al-Mukminun ayat 1-2, bahwa orang beriman yang beruntung, sukses adalah orang yang khusyu dalam shalatnya, dalam ibadahnya.

Dan barang siapa yang berharap menjadi ahli zikir, ahli syukur, dan ahli ibadah yang benar dan istiqomah, inilah doanya;

"Allahumma A'inni ‘Ala Dzikrika wa syukurika wa husni ‘ibaadatik”

(Ya Allah, bantulah aku untuk berdzikir dan bersyukur kepada-Mu, serta beribadah kepada-Mu dengan baik.)

Mesti kita ketahui bahwa kita bisa beramal menjadi ahli dzikir itu karena pertolongan Allah SWT. Kita bisa terbuka hati melihat berbagai karunia sehingga kita dapat bersyukur, itupun dengan taufik Allah SWT. Dan kita pun bisa beribadah dengan niat yang benar, cara yang benar, dan beribadah dengan istiqomah, itu juga hanya datang dengan taufik hidayah Allah SWT.

Kita berusaha untuk mencari ilmunya, kita berjuang untuk bisa mengamalkannya, tapi jangan lupakan doa ini, ini adalah doa yang dimintakan kepada Allah SWT, diwasiatkan oleh Rasul Saw kepada Mu’adz supaya tidak meninggalkan doa ini setiap ba’da shalat, karena doa inilah yang bisa mendatangkan pertolongan Allah SWT, menjadi ahli dzikir, ahli syukur, ahli ibadah yang benar dan istiqomah. Karunia yang tidak ada bandingannya ketika bisa menjadi ahli dzikir, ahli syukur, dan ahli ibadah yang istiqamah.

-----
Semoga kita semua bisa menjadi ahli dzikir, ahli syukur, dan ahli ibadah yang istiqamah.
Pendapat sobat:

Irva Herviana Sautaqi

Author & Editor

Lahir di Jawa Barat, tahun 1977. Saat ini, aktivitas sehari-hari bergelut di bidang jasa komputer dan Multipayment (Leader Paytren). Saat ini tinggal di Telukjambe Timur - Karawang - Jawa Barat - Indonesia.

 
biz.