Rabu, 18 Juni 2014

Kisah Teladan Nabi Muhammad SAW Mengenai Faedah Ayat Kursi

Mungkin selama ini kita hanya menghafal Ayat Kursi, tanpa tahu bagaimana faedahnya. Pada kesempatan ini saya berbagi kisah teladan Nabi Muhammad SAW yang bersumber dari hadits Bukhari. Yuk simak kisahnya! 

Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW mewakilkan tugas untuk menjaga zakat fitrah Ramadhan kepadaku. Kemudian ada seseorang mendekatiku, lalu dengan bergegas dia mengambil satu genggam makanan yang dijaga itu. Dan aku pun dengan cepat menangkapnya dan aku katakan bahwasanya aku tidak segan mengadukan perkara ini kepada Rasulullah SAW. 

Maka dia pun mengeluh, tuturnya: “Saya ini orang miskin yang memiliki banyak beban keluarga, dan saya amat memerlukannya.” Lalu aku lepaskan dia. Pada pagi harinya saya menemui Rasul SAW, dan sabda beliau : “Wahai Abu Hurairah, apa yang dilakukan tawananmu tadi malam? Jawab saya : “Dia mengeluh bahwasanya dia melarat, sampai saya tak sampai hati, maka saya lepaskan dia. 
Sabdanya (Rasulullah): “Dia membohongimu, dan malam nanti dia akan mendatangimu kembali.
Alkisah, saya menjaganya makin ketat, sebab beliau (Nabi Muhammad SAW), memberitahu bahwa dia hendak mendatangiku kembali. Ternyata betul, dia hadir dan mengambil satu genggam lagi. Kemudian saya tangkap dia, dan saya katakan perihal ini akan diadukan pada Rasulullah SAW.

Dia menjawab sama seperti pada malam pertama, dan dia janji untuk tidak mengulanginya. Karena jawabnya itu, maka saya lepaskan dia. Dan pada pagi harinya beliau Nabi Muhammad SAW, menegur tindakan saya tadi malam (partanyaan dan jawaban sama dengan pada malam pertama).

Pada malam ke-3 saya lebih mengetatkan penjagaan, dan ternyata dia hadir kembali mendekati saya, dan melakukan seperti malam-malam sebelum itu. Saya mengatakan padanya : “Ini sudah malam yang ke-3 anda telah berjanji untuk tidak lagi mengulanginya, mengpa anda kau kembali lagi?

Jawabannya: “Lepasakan saya, dan saya berjanji mau mengajarkan kepada engkau kalimat yang dapat engkau ambil manfaatnya. Tanya saya: “Apa yang dimaksud?”
Jawabannya : “Ketika mau tidur baca olehmu ayat kursi, pasti engkau dijaga selalu oleh Allah, dan setan tiada menghampirimu hingga pagi. Lalu saya lepasakan dia, dan pada pagi hari beliau Nabi SAW, kembali bertanya : “Apa yang dilakukan tawananmu tadi malam? 
Jawab saya : “Dia mengajarkan beberapa kalimat kepada saya, katanya dapat diambil manfaat bagi saya, sampai saya melepasakan dia.

Tanya beliau Nabi Muhammad SAW : “Kalimat apakah itu? 
Jawab saya : “Dia mengatakan, bila engkau tidur, baca AYAT KURSI, pasti engkau akan selalu dijaga oleh Allah dan setan tiada menghampiri engkau sampai pagi.  Lalu beliau bersabda : “Dia berkata benar, padahal biasanya dia bohong. Tahukah kamu siapa ia? Jawab saya : “Tidak tahu.”  Kemudian beliau bersabda : “Itu adalah setan.” (HR Bukhari)
***

Semoga kita bisa mengambil hikmah dari kisah teladan ini dan bisa mengamalkannya. amiin.
Pendapat sobat:

Irva Herviana Sautaqi

Author & Editor

Lahir di Jawa Barat, tahun 1977. Saat ini, aktivitas sehari-hari bergelut di bidang jasa komputer dan Multipayment (Leader Paytren). Saat ini tinggal di Telukjambe Timur - Karawang - Jawa Barat - Indonesia.

 
biz.